Memahami Tugas Perkembangan Remaja

Tugas perkembangan adalah suatu fase dalam perkembangan hidup seseorang yang harus dipenuhi. Manusia memiliki tugas perkembangan dari semenjak lahir hingga ia meninggal. Manusia yang normal, akan memenuhi setiap tugas perkembangan dengan baik sesuai range umurnya. Tugas perkembangan yang berlangsung lambat, akan mempengaruhi kepribadian seseorang.

Saat ini saya akan membahas tentang tugas perkembangan remaja. Mengapa saya ingin membahasnya? Karena pada masa remaja seseorang akan tumbuh dan berkembang menjadi "seseorang". Dan masa-masa ini adalah masa yang paling krusial untuk membentuk identitas diri dalam masyarakat luas.

Pada masa ini seseorang diharapkan mulai dapat bersosialisasi dengan lingkungan, memikirkan masa depannya, dapat bekerja secara mandiri, serta mengembangkan ide-ide dan kreativitasnya. Tidak jarang seseorang menemukan identitasnya pada masa dewasa awal dan bukan pada masa remaja. Sesungguhnya masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang asik-asiknya mencari identitas dirinya. Ia senang bermain, mengungkapkan rasa cinta, menginginkan segala hal, bercita-cita atau berangan-angan, dan mengungkapkan suatu hal dengan cara yang berlebihan. Ini tentu dianggap wajar. Karena inilah salah satu tugas perkembangan remaja.
Tugas perkembangan remaja (12-21 th):
Manurut Havighurts
  • memiliki hubungan yang lebih dewasa dengan teman sebaya dari kedua jenis kelamin
  • memiliki peran maskulin atau feminim
  • menerima keadaan fisik yang dimiliki dan menggunakannya secara efektif
  • memiliki kemandirian emosi dari orang tua dan orang dewasa lain
  • mengembangkan pemahaman tentang pernikahan dan kehidupan berkeluarga
  • mulai berusaha mandiri secara ekonomi dan memiliki aktivitas yang bisa menghasilkan sesuatu yang berharga
  • memiliki sistem nilai dan etika sebagai panduan berperilaku
  • menginginkan dan memiliki perilaku yang merupakan perwujudan tanggung jawab sosial.
Sebelum memasuki dewasa, hendaknya anak remaja dan remaja akhir telah memenuhi tugas perkembangan remaja. Karena saat tugas perkembangan ini terpenuhi, ia akan melanjutkan ke tahap yang lebih kompleks pada tahap perkembangan dewasa awal, madya, dan akhir. Tugas perkembangan yang belum terpenuhi biasanya lambat laun akan terpenuhi, hanya saja akan berjalan lambat dan berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Seseorang yang sakit jiwa tidaklah mampu memenuhi seluruh tugas perkembangan tersebut.

Ketika seorang remaja sudah cukup puas dalam mencari identitasnya, ia akan mulai mendapatkan identitas yang ia yakini sesuai dengan dirinya. Oleh karena itu seseorang biasanya mulai memahami dirinya secara mendalam, mulai membentuk cita-cita yang sangat konkrit, mulai mengembangkan kreativitasnya di bidang yang ia minati, dan memilih apa saja yang benar-benar ia butuhkan dan yang ia tidak butuhkan. Inilah salah satu tugas perkembangan remaja akhir. Saat seseorang mulai memasuki dunia perkuliahan, ia biasanya mulai bisa mendalami satu bidang yang benar-benar ia minati.

Perkembangan remaja ini juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Remaja yang dari kecilnya sudah dibimbing untuk belajar memilih sendiri dan ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan akan lebih baik dan lebih bijak dalam memilih sesuatu dan dalam menamukan identitasnya nanti.
Oleh karena itu, bagi calon orang tua atau para orang tua yang anaknya masih kecil, ajarkan mereka untuk memilih. Tentunya dengan pengawasan juga ya ^_^

kutipan tugas perkembangan remaja diambil dari google books : (http://books.google.co.id/books?id=d_XrSz7l4NIC&pg=PA62&lpg=PA62&dq=Tugas+perkembangan+remaja+(12-21+th):+Menurut+Havighurst&source=bl&ots=ITVTh661pi&sig=_U9BJofN8Ou1kLHmIv3M8xpfgm8&hl=id&sa=X&ei=vmDdUIf_KILxrQf_l4GwAg&ved=0CCkQ6AEwAA#v=onepage&q=Tugas%20perkembangan%20remaja%20(12-21%20th)%3A%20Menurut%20Havighurst&f=false)

Semoga bermanfaat :)

Emosi

Belajar ngatur emosi itu sulit banget ternyata -_-

Bisa dibilang emosi aku tuh sangat sangat nggak stabil.
Eh tapi tunggu dulu, emosi itu artinya bukan negatif atau agresi terus yah.. Bahasa awam kan selalu bilang kalo emosi itu berarti kesel. Bukan itu..
Emosi adalah suatu reaksi kompleks yang berkaitan dengan kegiatan dan perubahan-perubahan secara mendalam yang dibarengi dengan perasaan kuat atau disertai dengan keadaan afektif (J.P. Chaplin, 2005).
Daripada bengong baca pengertian emosi secara ilmiah diatas, biar saya jelaskan lebih mudahnya.
Jadi, emosi itu berisi perasaan-perasaan manusia. Tapi, perasaan itu berbeda loh ya dengan emosi. Jadi emosi itu proses psikologis kita mengenai respon terhadap situasi. Misalnya, ada kecengan kita lewat, emosi yang muncul mungkin saja terkejut, gembira, senang, malu, dll. Itulah yang dinamakan emosi. Jadi emosi itu nggak melulu tentang marah ya guys ^_^
Nah, emosi itu berbeda dengan perasaan. Perasaan itu bagian dari emosi dan selalu menyertai emosi. Emosi sifatnya lebih mendalam, karena ia melibatkan reaksi fisiologis kita. Sebagai contoh: Kalo ngeliat kecengan tadi, emosi kita yang muncul gembira, disertai dengan jantung yang berdebar debar. Kalo perasaan, cuman ngomongin perasaan gembira aja. Gimana? Paham paham? :)

Lanjut nih ngomongin emosi aku. Berhubung aku ngerasainnya labiiiil banget soal emosi. Gampang banget keluarnya emosinya. Dan yang keluar itu macem-macem banget.
Disatu sisi cepet banget bisa ketawa dan humoris. Tapi di sisi lain cepet banget pundungnya ._.

Cape sih kayak gitu mulu. Pengeeeen gitu kayak orang-orang yang emosinya stabil. Dia bisa ngatur kapan emosi itu harus keluar dan kapan enggak. Aku bisa juga sih ngatur gitu, tapi sulit banget.
Kata temenku sih muka aku transparan. Keliatan banget kalo emosinya berubah. hahaha

Tapii yah itulah aku.. Orang-orang yang bisa nerima aku apa adanya itulah yang bakal aku terimakasihin :) hehe
Soalnya pengalaman nih, dulu sempet sih aku bergaul dengan orang-orang yang emosinya sama-sama labilnya. Dan kami ngga bisa saling nerima satu sama lain. Jadinya malah dingin-dinginan deh.
Padahal masalahnya tuh sepele. Kadang hanya gara-gara masalah cowok, masalah sirik-sirikan, pertemanan, daaaan lain-lain.
Tapi guys, itu wajar kok, kalaaau dirasanya masih remaja, yah SMP dan SMA sampe kuliah awal lah..
Yang kayak gitu tuh lagi masa-masanya SMA biasanya. Hahaha
It's normally happens kok.

Nantiiii kalo udah beranjak dewasa, setiap orang akan mulai berlajar dari pengalamannya tentang emosi. Ia pasti akan lebih bisa mengatur emosinya. Liat aja ibu-ibu bapak-bapak. Kayaknya masalahnya udah beda lagi tuh, udah bukan sirik-sirikan karna cowok dll kayak masa-masa remaja kita :D

Nggak hanya tubuh aja guys yang berkembang, emosi juga bisa :D
Setiap manusia memiliki tahap perkembangannya tersendiri. Emosi tuh masuk kedalamnya..

Tapi niih, yang ngerasa udah dewasa tapi emosinya masih labil banget, wuu harus dilatih tuh.. Jangan sampe meluap-luap bagaikan anak remaja yaah ^_^

 
Design By Ferit Pandhu Wigunarock : Beautiful And Handsome